a note from 19 of November 2021
Keindahan di dunia salah satunya adalah paras. Hanya akan bertahan dan terlihat di dunia, tidak akan dibawa ke akhirat. Perhiasan dunia adalah tipuan dan hal fana yang tidak akan ditanyakan ketika yaumul hisab. Manusia melihat keindahan dunia yang bisa dilihat oleh kasat mata maka terpana, padahal Allah swt yang Maha pemilik keindahan yang abadi. Begitulah manusia, jika dunia yang dilihat dan dikejar, maka menujuNya akan terasa jauh.
Jika kupanggil kembali perasaan itu, maka kesadaranku ada kembali juga. Kadang masih bertanya-tanya jika sesungguhnya diri ini yang memutuskan untuk menetap. Tekadku, anganku, harapanku, tuk gapaimu tak ada yang sepenuhnya terlaksana. Hanya ditepi jalan tak ada proses apa-apa. Mempertanyakan ini semua sembari mengingat momen sederhana tanpa kontak mata, bedialog, bahkan untuk saling menyapa atau memanggil nama satu sama lain tidak terjadi. jika aku bisa menjadi lebih rupawan dari sebelumnya, apakah kau bisa menerima perasaanku? Terkadang aku sangat lelah mengharapkanmu tanpa titik terang yang pasti.
Kini sudah terhitung sepuluh tahun aku simpan rapat-rapat perasaan ini. Mungkin hanya akan ada beberapa teman dekat yang masih ingat bagaimana perasaanku. Entah untuk di masa yang akan datang, kini jalanku sudah ditujukan pada keadaan sesuatu yang pasti akan datang. Akan ku sibukkan dengan terus perbaiki diri dan refleksi diri terhadap diri yang lalu dan yang akan datang. Jika Tuhan satukan kami, mungkin jawaban dari doa-doaku selama ini, tapi jika sebaliknya itupun jawaban dari doa-doaku, hanya diganti dengan yang terbaik menurutNya. Terima kasih atas izinMu dan izinmu atas perbuatanku menyimpan rasa.
Komentar
Posting Komentar