Postingan

Sebuah catatan dari masa lalu

  Degupan jantung terdengar sesaat setelah aku membaca sebuah buku yang akan kuhabiskan lembarannya di minggu ini. Banyak yang disimpan di dalam pikiran tapi stuck seketika dalam hitungan detik. Toilet yang dipercaya untuk mengumpulkan materi serta ide untuk menulis, sudah menjadi suatu hal yang kuyakini setiap harinya. Tanpa sadar aku memunculkan sebuah paragraf indah di dalamnya, tapi ketika sudah keluar, aku tidak buru-buru menuangkannya ke dalam tulisan sehingga sirna dimakan waktu. Itulah yang kusayangkan akhir-akhir ini. Sangat random, tapi aku yakin di luar sana ada beberapa orang yang bisa relate terhadap fenomena sederhana ini. Semalam aku menyusuri sorotan di media sosial salah satu penulis yang karyanya sudah kubaca sejak menginjak di Sekolah Dasar. Cara ia menyampaikan ketertarikan terhadap suatu musisi yang aku juga menyukainya sangatlah artistik, penuh dengan bahasa sastra yang kerap kali kulewatkan untuk diterapkan. Hal tersebut bisa ia lakukan karena sudah akrab d...

a note from 19 of November 2021

 Keindahan di dunia salah satunya adalah paras. Hanya akan bertahan dan terlihat di dunia, tidak akan dibawa ke akhirat. Perhiasan dunia adalah tipuan dan hal fana yang tidak akan ditanyakan ketika yaumul hisab. Manusia melihat keindahan dunia yang bisa dilihat oleh kasat mata maka terpana, padahal Allah swt yang Maha pemilik keindahan yang abadi. Begitulah manusia, jika dunia yang dilihat dan dikejar, maka menujuNya akan terasa jauh. Jika kupanggil kembali perasaan itu, maka kesadaranku ada kembali juga. Kadang masih bertanya-tanya jika sesungguhnya diri ini yang memutuskan untuk menetap. Tekadku, anganku, harapanku, tuk gapaimu tak ada yang sepenuhnya terlaksana. Hanya ditepi jalan tak ada proses apa-apa. Mempertanyakan ini semua sembari mengingat momen sederhana tanpa kontak mata, bedialog, bahkan untuk saling menyapa atau memanggil nama satu sama lain tidak terjadi. jika aku bisa menjadi lebih rupawan dari sebelumnya, apakah kau bisa menerima perasaanku? Terkadang aku sangat le...

Bahasa asaku

Gambar
LindungNya menyejukkan jiwa Tatapan itu tak Pernah terbalas Karena tak pernah mencoba menatap Senyuman sekilas bukan untuk siapa Mata tak sengaja menangkap Sejukan jiwa yang hampa Langkah terus melaju tak henti Mengejar asa satu tujuan Menjadi diri yang apa adanya Tak berharap digubris oleh lawannya Seperti sebuah cerita kuno yang menarik Sudah lama terpendam tetap di hati Entah apa jawaban Tuhan? Jatuh itu sesuatu yang wajar Diamlah saksi bisu memperhatikanmu Menengadah tangan untuknya Sang Agung itu pembeli pilihan terbaik Tak menjadikan ku dan mu di satu Tapi dua yang saling bersatu Diri yang merasa, entah yang disana Yang membuat hati ini jatuh Entah tepat pada tempatnya Atau mungkin ditempat yang lain Yang telah tercantum di Lauhul Mahfuz

Rintik hujan ditempat suci

Gambar
Bahagia itu sederhana dan nyata Hanya melihat sekeliling, kita bisa merasakan NikmatNya yang tiada tara serta tandingannya Sebenarnya, apa yang menyibukkan manusia Sehingga lupa untuk selalu mengingatNya? Padahal sangatlah berharga waktu yang manusia habiskan di dunia ini Apa susahnya lisan ini untuk mengucapkan kata-kata indah tentangNya? Apa susahnya fikiran ini untuk selalu berpacu pada satu tujuan, yaitu mencapai RidhoNya? Jujur,,, Tak kuat berada disekeliling euang lingkup yang memaksa untuk bersandiwara selama ini Selama menahan sakitnya jauh dari Sang Khalik Inikah yang dirasakan mereka dahulu kala? Disaat kemunafikan manusia yang merajalela Hanya hari yang bisa berkata.. Lisan apalah guna jika tidak didengar maupun diterima Hanya perlu bersabar,, tabah,, tunduk,, Jaga lisan itu sulit, lisan itu bisa membunuh pemiliknya Bahkan bisa memasukkan manusia kedalam kesengsaraan yang berketerusan. ~ Hujan sore ~ Kamis, 08 Desember 2016

Ketika masih gemar menulis

Gambar
Selasa, 06 Desember 2016 Kukirim doaku untukmu Tak hentinya kupanjatkan untukmu Sang Rabb lah yang memutuskan segalanya Mungkin Sang Rabb telah kecewa Atau sebagai penggugur dosa Janganlah berhenti bermunajat kepadaNya Sebagai tanda rasa syukur tak terhingga Dibawah cahaya sang rembulan Terpaan angin menghadang tubuh ini Getir mendengar apa yang terjadi Walau hanya sebatas hal biasa terjadi Tapi mengapa hati ini terasa tak tenang Memikirkan masa depanmu menataplah Masa depanmu ada ditanganmu, bukan ditanganku Apalah aku hanya sebatas rangkaian doa Yang mendoakanmu disetiap langkahmu Kuharap kau bisa memiliki apa yang seharusnya menjadi milikmu B ukan milikku pun tak apa Asalkan hati bisa menjawab semua

celoteh dikala itu

Merindu itu bukan perkara mengadu Merindu itu sebagai bukti nyata yang satu Satu sama lain menjadi hiasan kalbu Kamu, salah satu sekian banyak dari rinduku Ingin menjadikanmu teman hidupku Tapi asaku gapaimu, belum sesempurna agamamu - Jogja, 19 Oktober 2019

Berdamailah dengan Masa Lalumu

Setiap orang pasti punya yang namanya sahabat atau kerabat paling dekat, kan? kali ini gue mau bahas tentang persahabatan atau pertemanan. Malem ini gue nangis sejadi-jadinya di kamar kost dan masih pake mukena huhuhu efek abis liat friendship goals  jimin dan taehyung dengan background lagu answer : love myself :") their friendship is trully warming my heart, i ever had a friend/bestfriend like jimin. skip. intinya gue jadi teringat kejadian 3 tahun kebelakang, disaat gue punya sahabat yang bener-bener ada di saat gue butuh orang yang bener-bener mau nemenin gue bagaimanapun kondisi gue saat itu *aduh maap klu belibet bahasanya :v  awalnya dari pas awal kelas 1 di salah satu pesantren di daerah gintung, tangerang. gue yang bener-bener buta tentang pesantren yahh gitu-gitu aja. awalnya memang gue masuk pesantren itu karena ada temen sd gue juga disana karena dia yang ngajak buat nuntut ilmu disana tapi,,,, gue ga satu tempat sama dia :") yaa pokoknya tempat kita masih di sa...