Bahasa asaku
LindungNya menyejukkan jiwa Tatapan itu tak Pernah terbalas Karena tak pernah mencoba menatap Senyuman sekilas bukan untuk siapa Mata tak sengaja menangkap Sejukan jiwa yang hampa Langkah terus melaju tak henti Mengejar asa satu tujuan Menjadi diri yang apa adanya Tak berharap digubris oleh lawannya Seperti sebuah cerita kuno yang menarik Sudah lama terpendam tetap di hati Entah apa jawaban Tuhan? Jatuh itu sesuatu yang wajar Diamlah saksi bisu memperhatikanmu Menengadah tangan untuknya Sang Agung itu pembeli pilihan terbaik Tak menjadikan ku dan mu di satu Tapi dua yang saling bersatu Diri yang merasa, entah yang disana Yang membuat hati ini jatuh Entah tepat pada tempatnya Atau mungkin ditempat yang lain Yang telah tercantum di Lauhul Mahfuz