Ketika masih gemar menulis

Selasa, 06 Desember 2016

Kukirim doaku untukmu
Tak hentinya kupanjatkan untukmu
Sang Rabb lah yang memutuskan segalanya
Mungkin Sang Rabb telah kecewa
Atau sebagai penggugur dosa
Janganlah berhenti bermunajat kepadaNya
Sebagai tanda rasa syukur tak terhingga
Dibawah cahaya sang rembulan
Terpaan angin menghadang tubuh ini
Getir mendengar apa yang terjadi
Walau hanya sebatas hal biasa terjadi
Tapi mengapa hati ini terasa tak tenang
Memikirkan masa depanmu menataplah
Masa depanmu ada ditanganmu, bukan ditanganku
Apalah aku hanya sebatas rangkaian doa
Yang mendoakanmu disetiap langkahmu
Kuharap kau bisa memiliki apa yang seharusnya menjadi milikmu
Bukan milikku pun tak apa
Asalkan hati bisa menjawab semua




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamailah dengan Masa Lalumu

Melebur Luas