Melebur Luas
Mengangkasa raya nan tinggi, menatap satu arah lebih tinggi, hanya ia dan angannya bermain menyatu. Membangun asa dalam diam, perih dan letih. Hanya ia yang merasakan lisan pun tak berani membantu. Bukan seorang penyair atau manusia dengan kemampuan mengolah kata dengan baik karena hati rasa harus kembali, kembali memasuki ruang rindu ketenangan.
menapaki tempat tetinggi bukan tujuannya karena kesederhanaan lekat tertanam dalam jiwa terdalam. Inilah kerinduan terdalam menggenang tertahan untuk di tumpahkan. Terkadang penyakit lupa merasuk jiwa yang lemah, selemah - lemahnya jiwa.
memang tabiat manusia, sehebatnya pun tak akan pernah menandingi Sang Pencerah Jiwa.
Rindu membelenggu bak membakar air seakan air tak bisa mengalahkan api. Inilah tabiat manusia yang lain, hanya memandang lewat sudut pandang tertentu yang pastinya tahu segalanya hanya satu.
Sampaikanlah salamku sang pendosa dunia yang selalu merindu tempat impian, bahwa Aku bukan orang yang hebat dengan segudang kemampuan. Aku hanya ciptaanNya yang sedang menuju kata perbaikan diri. Ingat, sampaikanlah salamku untukNya.
Komentar
Posting Komentar